Hakikat Pembelajaran Ilmu

Hakikat PembelajaranHakikat Pem­be­la­jaran

Hakikat Pem­be­la­jaran - Bela­jar adalah suatu kegiatan yang ter­jadi pada semua orang tanpa men­ge­nal batasan umur, jenis kelamin, agama dan strata sosial. Den­gan demikian, bela­jar tidak dapat dip­isahkan dari kehidu­pan manusia.

Sese­o­rang bela­jar untuk dapat mem­per­oleh penge­tahuan dan pema­haman ter­hadap sesu­atu sehingga pada diri sese­o­rang ter­jadi peruba­han baik pada aspek kog­ni­tif, afek­tif dan psikomotoriknya.

Seo­rang anak mele­wati proses bela­jar untuk dapat duduk, berdiri tegak, ber­jalan, dan bahkan bela­jar untuk dapat berbicara. Sehingga bela­jar bukan­lah suatu hal yang baru. Pada Hakikat Pem­be­la­jaran bagi manu­sia dimak­sud­kan agar mereka dapat memenuhi dan mengem­bangkan tingkah laku  dalam rangka memenuhi kebu­tuhan hidup­nya.

Hakikat Pem­be­la­jaran Ilmu

Den­gan Hakikat Pem­be­la­jaran , manu­sia dapat beradap­tasi den­gan lingkun­gan­nya, karena manu­sia mampu mema­hami, menge­tahui dan merekayasa lingkun­gan hidup­nya agar dapat mme­brikan dukun­gan dalam usaha mem­per­ta­hankan dan melan­jutkan kehidu­pan manusia.

Saat Albert Ein­stein di tanya men­ge­nai hal2 umum dia men­jawab, “Saya tidak tahu, men­gapa saya harus mengisi otak saya den­gan fakta2 yang dapat saya temukan dalam waktu 2mnt dalam buku ensik­lo­pe­dia / ref­er­ensi ?” .Karena dia tau bahwa dalam Hakikat Pem­be­la­jaran Lebih pent­ing meng­gu­nakan otak untuk berfikir dari­pada meng­gu­nakan­nya seba­gai gudang fakta”.

 

Saat Henry Ford di tanya men­ge­nai hal2 umum dia menjawab,“Saya tidak tau jawa­ban dari pertanyaan2 itu, tapi dalam waktu 5 menit saya bisa men­da­p­atkan orang yang dapat men­jawab­nya” .Karena dia tau bahwa Hakikat Pem­be­la­jaran itu Kemam­puan untuk menge­tahui infor­masi lebih pent­ing dari­pada meng­gu­nakan piki­ran seba­gai garasi untuk fakta2”.

Hakikat Pem­be­la­jaran Bela­jar memikirkan cara berfikir lebih dalam tiap studi lebih baik dari­pada bla­jar mengisi mem­ori (gudang di otak) den­gan fakta2 yang akan dilu­pakan beber­apa saat sete­lah mengetahuinya. karena makin banyak berfikir men­dalam berba­gai macam studi,

 

Hakikat Pem­be­la­jaran

IQ dapat bertam­bah den­gan sendirinya. baik kecepatan berfikir maupun tingkat konsentrasi. contoh Hakikat Pem­be­la­jaran : “saat bla­jar matem­atika / apapun dari­pada mengisi otak den­gan rumus2 yang ribet / teori2 yang memus­ingkan lebih baik mengerti cari kerja piki­ran ter­hadap rumus / teori tersebut”.

maka ilmu itu akan ter­be­nam di hati dan piki­ran bawah sadar forever. Makin banyak ilmu yang dia­malkan / dipakai / diprak­tekkan ter­hadap diri sendiri, orang lain / lingkun­gan sek­i­tar kita , makin tinggi tingkat ilmu terse­but dan masuk banyak ilmu lain yang di pahami / dida­pat , secara lang­sung (ilham) maupun secara tidak lang­sung (buku2, sem­i­nar, dll)

 

Al-Qur’an (Ibrahim:7): ”Sesung­guh­nya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menam­bah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu meng­ingkari (nikmat-Ku), maka sesung­guh­nya azab-Ku san­gat pedih”.

(parsial/acak) » berlaku untuk semua hal, seperti rejeki, ilmu, nikmat apapun, kasih sayang, dll. Makin kau kosongkan cangkir piki­ran­nmu (hilangkan focus) dr ilmu / teori/ fakta2lama, mkn mudah kau mengisinya dgn ilmu baru, mkn byk ilmu sejati yg kau dapatkan.

Hakikat Pem­be­la­jaran ilmu ‚sum­ber : https://www.facebook.com/notes/fajar-nur-zaman/hakikat-pembelajaran-ilmu/200476377004 my note fb

Hakikat Pem­be­la­jaran